Sahabat pembahasan mengenai hewan peliharaan berikut ini masih dalam rangka mengenal burung sebagai hewan peliharaan yang menghibur dan digemari dikalangan masyarakat kita.

Kebanyakan sahabat pasti sudah sangat akrab ya dengan burung kenari? Burung kenari merupakan salah satu jenis burung yang digunakan untuk lomba dengan peminat sangat ramai karena memiliki postur tubuh yang relatif kecil, memiliki corak warna bulu yang indah, dan yang paling menarik adalah alunan kicauannya yang mengalun dan sangat merdu.

Nah, mengapa kita harus budidaya kenari? Dengan budidaya burung kenari, selain dapat menyalurkan hobi juga akan mendapatkan keuntungan yang lumayan dari hasil penjualan anakan kenari tersebut. Sudah penasaran bagaimana cara budidaya burung kenari yang baik dan benar? Yuk simak tahapan-tahapan dan cara-cara dibawah ini:



1)       Membedakan Kelamin Burung Kenari
Untuk membudidayakan burung kenari, pertama kita harus mengetahui kelamin kenari. Cara membedakan antara kenari jantan dan betina sebagai berikut:

Kenari Jantan
Kenari Betina
Kloaka / dubur menonjol, tegak lurus atau vertical
Kloaka / dubur tidak menonjol, tetapi datar
Berbunyi ngerol dan nyaring
Berbunyi tidak ngerol, namun ada juga yang ngerol tetapi tidak nyaring dan putus-putus
Tubuhnya cenderung ramping memanjang dan leher lebih panjang
Tubuhnya cenderung agak bulat dan lehernya lebih pendek

2)       Mengetahui Usia Burung Kenari

Mengetahui usia burung kenari merupakan faktor penting dalam membudidayakannya. Usia kenari yang siap diternak idealnya 6 bulan untuk kenari betina dan 8 bulan untuk kenari jantan.

3)       Sangkar Burung Kenari

Untuk memilih sangkar burung kenari, pilihlah sangkar box khusus sangkar kenari atau sahabat dapat menggunakan sangkar yang bagian tengahnya ada penyekat sehingga memudahkan saat proses perjodohan. Untuk sangkar kenari jantan, gunakan sangkar gantung yang agak besar. Pembahasan disini akan dikhususkan budidaya kenari menggunakan sangkar box.
  
4)       Proses Perjodohan

Perjodohan kenari merupakan perkenalan antara kenari jantan dan kenari betina. Dalam hal ini sebaiknya tempatkan kenari tersebut pada sangkar yang berbeda kemudian gantungkan secara berdekatan kedua sangkar tersebut. Nah, selama proses perjodohan ini, tidak semua kenari berjodoh. Adapun untuk ciri-ciri kenari tersebut berjodoh sebagai berikut.
a.       Kenari jantan akan meloloh kenari betina walau dari luar sangkar
b.       Kenari akur dan tidak berantem
c.  Kenari jantan akan berbunyi keras merayu kanari betina, lalu kenari betina mengeleperkan sayapnya
d.       Adakalanya kenari betina akan menungging pertsahabat minta kawin

5)       Proses Kawin

Apabila kedua kenari tersebut sudah terlihat berjodoh maka satukanlah kenari jantan dan betina dalam satu sangkar yaitu pada sangkar box. Proses kawin ini dilakukan beberapa hari hingga kenari betina bertelur. Nah, jangan lupa siapkan sarang lengkap dengan serat nanasnya. Jumlah telur kenari rata-rata 3 atau 4 butir.

6)       Proses Pengeraman dan Penetasan

Selanjutnya kenari betina akan mengerami selama 14 hari dan telur akan menetas berselang 1 hari. Nah, kenari yang bertelur ini tidak dianjurkan untuk dijemur, karena dapat merusak telur dan bisa gagal menetas. Saat proses pengeraman ini, sebaiknya biarkan kenari jantan dalam satu sangkar agar senantiasa meloloh kenari betina sehingga kenari betina jarang keluar sarang.
Pada hari ke-14, telur kenari sudah mulai menetas. Setelah anakan kenari berumur 25 hari, pisahkan anakan tersebut dari induknya. Setelah itu, ambillah kenari jantan dan kembalikan ke sangkar semula.
            
                Sudah siap dengan budidayanya? Pastikan sahabat memiliki burung kenari dengan budidaya yang bagus sehingga memuaskan sahabat. 

0 comments:

Post a Comment