Selamat malam sahabat netter, pada kesempatan ini saya akan menceritakan kisah yang pernah disampaikan oleh teman saya melalui salah satu media sosial, teman saya bercerita tentang pendidikan terbaik menurut salah satu Ulama dari Timur Tengah, adapun cerita ini dikemas dalam bentuk cerita dan tanya jawab antara seorang Rektor Universitas Swasta berkebangsaan Indonesia yang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bermanfaat bagi bangsa dan agama dengan seorang Rektor dari salah satu Universitas ternama di Timur Tengah, kisah ini terjadi pada Bulan Ramadhan tahun 1433 H.

Dikatakan oleh sahabat saya tersebut bahwa kisah ini adalah sebuah kisah nyata dari Rektor yang pergi ke Timur Tengah mencari nasehat dari ulama terkemuka di sana, ketika sampai di sana saat bertemu dengan Ulama sang Rektor menyampaikan niatnya untuk dapat diizinkan melihat dan meminta saran tentang cara untuk membuat sistem pendidikan terbaik untuk dia bawa dan diterapkan di Universitas yang di pimpinnya saat itu.

Sebelum menjawab pertanyaan dari Rektor, Ulama bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat dasar sampai tingkat teratas ?

Rektor mengatakan, "tingkat bawah mulai dari sekolah dasar selama 6 tahun, SMP selama 3 tahun, SMA selama 3 tahun, D3 selama 3 tahun atau S1 selama 4 tahun, S2 sekitar 1,5 sampai dengan 2 tahun, dan setelah itu tingkat teratas atau tertinggi adalah pendidikan S3.

Sang Ulama menimpali dengan pertanyaan: "Jadi untuk mendapatkan S2 butuh waktu sekitar 18 tahun ya?

Rektor: "Iya"

Kemudian Ulama bertanya lagi: "Jadi bagaimana jika hanya lewat di SD saja selama 6 tahun, apa jenis pekerjaan akan diperoleh?

Rektor: "Jika hanya tamatan atau sekolah tingkat SD saja, maka pekerjaan yang didapatkan hanya sebagai buruh atau penyapu jalan, tukang kebun dan atau pekerjaan semisalnya. tidak ada pekerjaan yang dapat diharapkan dari seorang yang hanya menamatkan pendidikan jika hanya lulus dari sekolah dasar di negara kami."

Ulama: "Jika Lulus SMP bagaimana?"

Rektor: "Untuk SMP mungkin seorang office boy (OB) atau cleaning service."

Ulama: "Jika SMA bagaimana?"

Rektor: "Jika lulus SMA mungkin bisa memperbaiki keadaan dan berkaya seperti bekerja sebagai salah satu operator di perusahaan."

Ulama: "Jika lulus D3 atau S1 bagaimana?"

Rektor: "Kalau tamatan D3 atau S1 bisa bekerja sebagai staf di kantor atau jika menamatkan pendidikan S2 bisa saja menjadi manejer di sebuah perusahaan."

Ulama: "Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang baik di negara Anda harus lulus minimal D3 / S1 atau pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?"

Rektor: "Itu benar"

Ulama: "Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan Islam. Misalnya selama 6 tahun pertama (SD) hanya belajar dan menghafal Al-Qur'an, kira-kira bisa menghafal 30 juz?

Rektor: "Insya Allah bisa,(Rektor menjawab dengan penung keyakinan) 

Ulama: "Apakah ada Hafidz Quran di negara Anda yang bekerja sebagai pekerja lepas atau petugas kebersihan seperti yang Anda sebutkan sebelumnya untuk seseorang yang baru saja lulus sekolah dasar?"

Rektor: "Tidak."

Ulama: "Jika terus 3 tahun ke depan belajar dan menghafal hadits apakah bisa menghafal ratusan hadits selama 3 tahun?"

Rektor: "Ya, tentu saja bisa" (Rektor menjawab masih dengan penuh keyakinan)

Ulama: "Apakah ada orang di negara yang hafal Al-Qur'an 30 juz dan ratusan hadits menjadi OB atau cleaning service?"

Rektor: "Tidak" (Rektor kembali menjawab dengan keyakinannya saat itu)

Ulama: "Selanjutnya 3 tahun setelah itu jika mempelajari tafsir Al-Qur'an. adakah dinegara anda orang yang Hafidz Qur'an, Hafal Hadits dan bisa menguasai tafsir yang bekerja sebagai operator pabrik?

Rektor: "Tidak" (Jawab Rektor, kemudian menganggukkan kepala mulai memahami maksud dari ulama tersebut)

Ulama: "Anda mulai memahami tujuan saya?"

Rektor: "Ya." (Rektor menjawab dengan tegas dan penuh keyakinan)

Ulama: "Dinegara anda berapa lama pelajaran agama diberikan dalam seminggu?"

Rektor: "Sekitar 2-3 jam."

Ulama: Berpesan kepada Rektor, "jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus, Anda harus mengubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi orientasi akhirat karena jika kita fokus pada Allah, insya Allah dunia dan akhirat akan diperoleh. Tetapi jika Anda hanya berorientasi sistem pendidikan di dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan diperoleh.

Untuk itu pelajari Al-Qur'an untuk orang-orang yang mempelajari Al-Qur'an, Allah berjanji akan meninggikan orang di mata hamba-Nya. Itulah mengapa Anda tidak akan menemukan orang-orang yang hafidz Al-Quran di negara atau di negara manapun yang bekerja sebagai petugas pembersih atau pekerja lepas bahkan jika orang tersebut tidak belajar untuk tingkat pendidikan yang tinggi karena Allah yang memberikan pekerjaan langsung kepada hafidz al-Quran, Hafiz Quran adalah salah satu karyawan dari Allah dan Allah akan peduli tentang mereka dan setiap gaji melalui cara yang menakjubkan. Tidak perlu gaji bulanan tetapi hidup dengan baik.

Itulah pesan ulama kepada rektor. Mari kita mendidik diri kita dan keluarga kita untuk terus membaca, mempelajari, dan menghafal Al Qur'an supaya hidup kita difasilitasi dan makmur. Totalitas menjadi karyawan Allah tidak hanya karyawan dari manusia.

Sahabat netter demikian artikel pendidikan kali ini, semoga kita bisa mengambil manfaat dari cerita diatas, dan menjadikan Allah sebagai orientasi utama kita dalam menaungi hidup. Kepada para pendidik agar dapat merenungkan cerita tersebut, sehingga tidak hanya menyampaikan atau mentargetkan kurikulum pengajaran yang diberikan, alangkah lebih baik memberikan sesuatu yang berguna sepanjang hayat daripada menyampaikan sesuatu yang dipaksakan, seperti target kurikulum harus tercapai sementara intisari dari kurikulum tersebut tidak dapat dimaksimalkan.

Terimakasih telah membaca artikel ini dan jika berasa manfaatnya sebakan kepada sahabat lainnya, namun jika artikel ini dirasa kurang, baik dari segi penyajian bahkan dari segi manfaat dapat kiranya dilakukan revisi dengan cara memberikan komentar dalam kolam komentar yang tersedia, nanti kita akan diskusikan bagaimana sebaiknya demi membangun bangsa dan agama menjadi lebih baik bagi generasi mendatang.

5 comments:

  1. artikelnya keren gan.... mantaplah :D
    _ibher16_

    ReplyDelete
  2. di tunggu tulisan cara menghafal al qur'an dgn cepat gan :)

    ReplyDelete
  3. subhanallah, Artikel nya sangat mendidik sekali gan,, TOP BGT bnget dahch...

    ReplyDelete
  4. luar biasa artikelnya, sangat mendidik dan bermanfaat.

    ReplyDelete