Salam hangat dan jabat erat baget kepada seluruh komunitas netter, jumpa kembali dengan netizeninfo.com.

Setelah bayak kita mengetahui banyak pablok figur dari orang-orang dan para pebisnis yang sukses di indonesia tercinta ini, beserta beberapa tips rahasia keberhasilan mereka yang sudah pernah dilalui selama ini, ada hal lain yang mendesak untuk penulis bagikan kepada sahabat netizen semuanya, yang menurut saya juga menjadi faktor penting keberhasilan para bisnismen tersebut, disamping kerja keras, visi dan misi yang moderat.


Disini dan kali ini kita akan membahas tokoh penting dalam hidup kita dan siapa saja dalam catatan sejarah anak manusia; baik sahabat yang berasal dari golongan pelajar dan mahasiswa, sahabat yang berasal dari golongan pebisnis, sahabat yang bekerja di kantor pemerintah, pegawai negeri, pegawai swasta, kepala keluarga, suami/isteri dan siapa saja yang masih memiliki kesempatan hidup di dunia ini. selamat menyimak.

Tokoh yang penulis maksud adalah orang tua (parent) (ayah-bunda) (ibu-bapak) (mama-papa) (mamy-dady). dalam tulisan ini penulis yakin bahwa keberhasilan seseorang tidak terlepas dari orang tua. oleh karena itu siapapun kita, apapun pangkat dan jabatan yang kita miliki dan sebanyak apapun kekayaan yang kita tumpuk, jangan sampai melupakan kewajiban dan bakti kita kepada kedua orang tua.

Bukan pilihan
Bakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban


Sahabat netter, dalam Islam berbuat baik kepada kedua orang tua adalah segalanya setelah Allah Azzawajalla sang pencipta alam semesta. bahkan menjadi suatu kewajiban, keterangan ini terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 23-24 Allah berfirman:
"Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah kepada selain dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak, jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik (QS.17:23)

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah "wahai Rabbku sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil (QS.17:24)

Sahabat netter yang budiman, dalam pengertian ayat tersebut kita dapat mengambil beberapa kesimpulan bahwasanya kita wajib berbuat baik kepada ibu bapak kita. jangan lupa bahwa ibu kita adalah orang yang telah memberikan seluruh hidupnya untuk kita dan ibu adalah sosok yang rela memberikan segalanya untuk kelangsungan hidup anaknya tercinta, apakah itu saat berjuang dengan maut ketika melahirkan ataukah menyusui anaknya sampai kenyang sementara asupan makanan belum beliau dapatkan, apakah pantas kita membalasnya dengan menyakiti hati beliau?

Begitu juga dengan ayah kita telah memperjuangkan kehidupannya atas kita, beliau rela bekerja dalam gejolak alam yang tidak menentu baik hujan maupun panas beliau tahan demi mendapatkan nafkah keluarga, terkadang keduanya rela menahan lapar supaya anaknya mendapatkan asupan makanan yang cukup dan rela berpuasa untuk menabung guna membiayai sekolah kita.

Sahabat dalam surat lain perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua adalah QS. an-Nisa ayat 36:
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan suatu apapun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dengan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (QS.4:36)
Para Ulama terdahulu telah membahas tema tentang berbuat baik kepada kedua orang tua (Birrul Walidain) dalam kitab-kitab mereka. bahkan dalam kitab-kitab hadits dicantumkan Hadits Rasulullah SAW yang memberikan penjelasan mengenai wajibnya berbakti kepada kedua orang tua dan haramnya durhaka kepada keduanya, seperti dalam shahih Bukhari, Shahih Muslim dan beberapa kitab hadits lainnya yang membahas tentang berbakti kepada kedua orang tua dan ancaman terhadap anak yang durhaka kepada kedua orang tua. 

Sahabat netter ada beberapa pertanyaan yang mungkin timbul dari diri kita masing-masing dalam kehidupan yang serba dalam pilihan, pertanyaan-pertanyaan itu juga bergantung kepada profesi dan posisi kita di dunia ini, apakah kita sebagai seorang laki-laki atau perempuan dan apakah sebagai suami dari kewajiban mengasihi isteri atau sebaliknya sebagai isteri yang harus menyayangi suami, tentang bagaimana cara pengabdian kita kepada kedua oran tua dan mertua kita? 


Pada kesempatan lain apakah kita sebagai seorang ayah dari anak-anak dan atau ibu dari anak-anak yang menyayangi secara timbal balik dan bagaimana pula pengabdian kita kepada kedua orang tua kita?

Jika dihadapkan dalam situasi harus memilih:
  1. Sebagai Anak dari kedua orang tua dan Sebagai Suami dari Seorang Istri mana yang harus dipilih jika harus memilih?
  2. Sebagai Isteri yang memiliki Suami dan sebagai anak dari orang tua kita mana yang harus dipilih antara pengabdian kepada suami atau keapada kedau orang tua kita?
  3. Bagaimana Siklus kehidupan kekeluargaan ini harus berjalan?
  4. Bagaimana bentuk pengabdian kita kepada kedua orang tua kita?
  5. dan pembahasan lain mengenai bakti kepada kedua orang tua atau sebaliknya bagaimana balasan terhadap orang yang durhaka kepada kedua orang tua.
Pada pertanyaan diatas kita disudutkan dalam sebuah pilihan hidup yang sangat sulit, lalu manakah yang harus kita dahulukan? apakah orang tua, apakah mertua, apakah isteri, apakah anak-anak kita. kita akan membahasnya satu persatu pada pembahasan lebih lanjut. Insya Allah

4 comments:

  1. ya, kita wajib berbakti kepada orang tua..
    nice artikel min.

    ReplyDelete
  2. sayangnya cuma ibu yang ada di hidup saya, saya gak pernah tahu bagaimana menghormati seorang ayah hehe *jadi curhat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. senang sudah berbagi gan
      jangan khawatir gan, jadikan saja ibu segalanya tempat berbakti dibandingkan orang lain, bahkan yang dekat dengan diri kita gan...

      Delete