Salam jumpa kembali dengan www.netizeninfo.com, sahabat terkadang kita tidak sadar dengan apa yang telah kita lakukan, namun tanpa sengaja kita telah memberikan beban berat kepada sahabat kita yang lain, bahkan yang sangat disayangkan sekali adalah karena perbuatan kita itu rumah tangga sahabat kita menjadi berantakan dan bahkan mengalami krisis kehancuran, penyebabnya sangat sederhana sekali, hanya karena kita tidak bisa mengendalikan lidah dan menjaga mulut kita untuk bicara.

Kita semua tahu bahwa mulut adalah milik pribadi dan orang yang memiliki mulut tersebutlah yang akan mengendalikannya. apalagi saat ini di era reformasi dan kita berada dalam suasana demokrasi, sehingga kita bisa bicara apa saja dengan bebas tanpa ada yang melarang kita, kecuali ada aturan yang mengaturnya, seperti memfitnah orang lain dengan ancaman pencemaran nama baik.

Sementara itu yang kita ketahui bahwa aturan negara ini belum memberikan hukuman atau ancaman hukuman kepada orang yang melakukan provokasi terhadap rumah tangga atau pribadi orang lain. jika ada bahasa-bahasa provokasi yang dilemparkan oleh seseorang kepada kita maka kita tidak bisa menuntutnya sebagai suatu kejahatan kecuali orang tersebut melakukan pencemaran nama baik terhadap seseorang.

Sahabat, jika kita mengenal pribahasa
Mulut mu
Harimaumu
bermakna segala perkataan yang diucapkan apabila tidak dipikirkan dahulu dapat merugikan diri sendiri

Berbeda dengan yang terjadi dengan khasus ini mulut kita dapat menjadi srigala bagi sahabat kita lainnya, karena akan membahayakan orang lain atau saudara kita itu.

Mari kita lihat beberapa petikan pertanyaa yang terjadi di tengah masyarakat yang bisa menjadi bumerang dalam kehidupan sosial seseorang.

Pertanyaan pertama
Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan :
"Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"

"tidak ada" jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi :
"Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".
Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya ?
Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya

Pertanyaan Kedua
Saat arisan seorang ibu bertanya :
"Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ? bukankah anak2 mu banyak ?".
Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

Petanyaan Ketiga
Seorang teman bertanya :
"Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".
Ia menjawab :
"1,5 juta rupiah".
"Cuma 1,5 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".
Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya. Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan mem PHK nya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

Pertanyaan Keempat
Seseorang bertanya pada kakek tua itu :
"Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?"
Si kakek menjawab :
"Sebulan sekali".
Yang bertanya menimpali :
"Wah keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering".
Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak-anaknya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

Dari beberapa pertanyaan yang diberikan kepada saudara kita diatas maka kita telah berhasil memberikan kehancuran kepada kehidupan mereka, sehingga mereka bercerai, bertengkar, bahkan berujung kepada kematian dan akhir hayat yang tidak baik.

Sahabat oleh karena itu mulai sekarang jagalah ucapan kita, jika kita tidak bisa membantu sahabat kita yang lain, setidaknya jangan memprovokasi mereka dengan perkataan-perkataan atau pertanyaan negatif yang akan memperburuk keadaan. oleh karena itu hindarilah beberapa hal berikut ini:

  1. Jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain.
  2. Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki.
  3. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dan lain sebagainya.

Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang tergolong kepada mereka yang membawa kerusakan dimuka bumi ini, hanya karena kita tidak bisa menahan diri dan prihatin terhadap saudara kita yang lain, sementara kita tidak bisa membantunya, maka kita tidak pantas memprovokasi atau mengucapkan kata-kata provokasi kepada mereka. Alangkah lebih baik kita mencoba untuk mengintrospeksi diri sendiri ketimbang ikut campur masalah yang dihadapi orang lain. bisa saja karena kita sebuah bom terpaksa meledak sementara kita tidak sadar bahwa kitalah yang telah menyalakan sumbunya.

Sahabat jika peringatan diatas ditujukan kepada orang yang melakukan provokasi maka ada juga hal yang perlu kita perhatikan bagi kita yang mengalami kehidupan dan kenyataan yang pahit apabila di timpa pertanyaan-pertanyaan diatas maka kita harus melakukan beberapa hal berikut ini, diantaranya adalah:
  1. Jadilah pribadi yang bersyukur dengan apa yang telah kita usahakan
  2. Jika ingin sukses, jadilah pribadi yang suka bekerja keras
  3. Sabar dalam menghadapi pertanyaan yang bermuatan provokasi
  4. Hindari gunjing dan provokasi baik sesama kita maupun untuk orang lain.
  5. Life piece
Sahabat netter, demikian yang dapat saya nukilkan hari dalam artikel yang berjudul "Mulut Sumber Peledakan Bom Masalah (lidah lebih tajam dari pedang)" ini dan berharap informasi ini berguna bagi kita semua, bagi sahabat yang memiliki ide dan gagasan mengenai tulisan ini dapat memberikan masukan melalui kolom komentar yang tersedia, dan bagi sahabat yang ingin berbagi dapat membagikan langsung dengan media sosial yang ada di bagia bawah postingan ini, semoga berguna dan bermanfaat juga  bagi semua dan menjadi amal ibadah bagi orang yang membagikannya.

8 comments:

  1. postingannya sanagt menarik gan bagus

    ReplyDelete
  2. Bener bngt itu gan. Gara-gara mulut bisa aja perang dunia. Manfaat artikelnya

    ReplyDelete
  3. benar tuh, kata guru saya juga ada pribahasa
    Mulut mu Harimau Mu
    jd setiap ucapan, itu memengaruhi nasib

    ReplyDelete
  4. betul banget gan tuh mulut sumber peledak .
    Kunjungi juga blog saya http://nyanonta.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
  5. btul betul btul....
    mulut itu hrus d jaga gan ! hhhhhh :D
    kunbal ya di http://ibher16.blogspot.co.id/2015/12/cara-memperbaiki-flashdisk-minta-format.html

    ReplyDelete
  6. mulut itu senjata yang ampuh, tergantung bagaimana menggunakannya... orang yang baik insyaallah akan menggunakan mulutnya untuk kebaikan, contohnya ir.soekarno dengan pidatonya mampu membangkitkan semangat berjuang untuk kemerdekaan kepada rakyat indonesia diwaktu itu... orang jahat akan menggunakan mulutnya untuk memprovokasi yang sifatnya menghacurkan, seperti contoh dalam artikel..

    ReplyDelete