Sahabat Ternak yang budiman, sesaat kita termenung di kandang milik kita entah itu kandang kambing, sapi, kerbau atau kuda, sekali lagi persoalannya adalah mengenai limbah yang dihasilkan oleh ternak kita sendiri apakah itu kotorannya atau sisa makanannya. namun sahabat jangan berkecil hati, sekali lagi jangan berkecil hati karena semunya ada solusi supaya limbah peternakan kita tesebut dapat digunakan dengan baik dan menghasilkan sumber ekonomi bagi kita. salah satunya adalah dengan beternak cacing tanah


Cacing merupakan bahan pakan alternatif bagi unggas dan ikan. Cacing mengandung nilai gizi yang sangat tinggi. Antara lain, protein 64-76, lemak 7-10 %, energi 900-4100 kal, serta mineral, air, dan asam amino paling lengkap.

Limbah ternak kita sangat bisa digunakan sebagai media untuk beternak cacing tersebut, seperti; memanfaatkan kotoran ternak sebagai makanan cacing yang dicampur dan diaduk dengan bekas makanan sapi, kambing, kerbau atupun kuda. seperti jerami, rumput yang tidak habis dimakan oleh hewan tersebut.

Cara Beternak Cacing Tanah


a. Siapkan bahan pembuatan media, bisa menggunakan kotoran sapi atau sampah organik seperti grajen, sisa baglog pada jamur tiram, jerami padi, dan sampah organik lainnya.

b. Kemudian busukkan media tersebut dengan bantuan bakteri dengan menggunakan tetes tebu atau bisa menggunakan prodak pengurai seperti Bio Fit dengan menyemprotkan ke media tersebut selanjutnya tutup atau di krakap dengan terpal agar mempercepat proses pembusukan / penguraian terhadap bakteri yang mengandung senyawa bagus untuk pertumbuhan cacing tanah yang akan kita budidayakan.

c. Proses ini bisa memakan waktu 1-7 hari tergantung dari kwalitas dan media yang kita olah dengan proses fermentasi, biasanya untuk kotoran lembu atau sapi bisa memakan waktu 3-7 hari. Sedangkan untuk media grajen bisa memakan waktu 3 hari, Kalau ingin cepat ya gunakan limbah atau sisa baglog pada jamur tiram cukup kita diamkan dan kita tutup selama 1-2 hari, sebenarnya tidak melalui proses fermentasi ini sudah sangat bisa dan layak untuk hidup cacing tanah yang kita budidayakan nanti.

d. Pastikan media cacing tanah yang akan kita gunakan untuk budidaya cacing tanah tersebut ber PH sejuk, jika sudah terbiasa hanya dengan memegang media cacing tanah yang akan kita gunakan tersebut sudah tahu, tidak pelu menggunakan alat pengukur PH, atau jika menggunakan alat pengukur maka PH yang dibutuhkan adalah 6,0 – 7,2 ; tingkat kelembaban 15 – 30 % dan suhu antara 15 – 25Âșc.

e. Kemudian masukkan cacing tanah ke dalamnya. Cacing yang dimasukkan seberat media hidup yang telah disediakan. Bila medianya mencapai 2 kg, maka cacing yang dimasukkan ke dalamnya juga 2kg. Untuk menghindari kekeringan, permukaan media dilapisi plastik, karung, atau bahan lain yang tidak tembus cahaya.

f. Agar bisa hidup dan berkembang dengan baik, setiap hari cacing harus mendapat suplai makanan yang dibutuhkan. Makanan tersebut berupa kotoran hewan, baik kotoran sapi, kambing atau ayam. Banyaknya makanan yang dibutuhkan adalah seberat cacing yang dimasukkan ke dalam kotak pemeliharaan. Jika berat cacing mencapai 2 kg, maka pakan yang diberikan juga 2 kg.

g. Sebelum dimasukkan ke dalam kotak pemeliharaan, pakan cacing harus dijadikan bubuk atau bubur. Untuk bubur, perbandingan air dengan pakan adalah 1:1, setelah dicapur, bahan itu diaduk hingga rata. Bubur pakan ditaburkan secara merata di atas 1/3 bagian permukaan media hidup cacing.

Hama dan Cara mengatasinya

Selama proses pengembang biakan, terdapat beberapa hama dan musuh cacing tanah yang harus diwaspadai. Antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, dan kutu. Untuk itu, lubang tempat pemeliharaan harus selalu tertutup. Bahan yang baik digunakan sebagai penutup adalah kawat kasa. Karena kawat kasa juga menjamin berlangsungnya proses pergantian udara tetap berjalan dengan baik. Selain itu, untuk mencegah serangan semut, di sekitar kotak pemeliharaan diberi air secukupnya (dirambang).

Cara Panen cacing tanah

Setelah 2,5 – 3 bulan, cacing sudah mulai bisa dipanen. Ditandai banyaknya kascing (kotoran cacing) dan kokon (kumpulan telur cacing)(. Sebagian cacing dewasa hendaknya disisakan untuk digunakan menjadi bibit.

Panen cacing dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah menggunakan alat penerangan seperti petromaks, lampu neon atau bohlam. Cahaya yang dihasilkan oleh lampu mengundang cacing untuk berkumpul di bagian atas media. Setelah itu, cacing tinggal diambil dan dipisahkan dari medianya. Cara lain adalah membalikkan kotak pemeliharaan, dan memisahkannya dari media hidup cacing.


Setelah cacing dipanen, sebagian cacing dewasa dan kokon (telur cacing) masing-masing dimasukkan ke dalam media hidup yang baru secara terpisah. Telur-telur cacing tanah ini akan segera menetas dalam tempo 14-21 hari. Setelah itu, pemeliharaan dilakukan seperti awal budidaya.



Sahabat Ternak Demikian salah satu cara yang dapat dilakukan supaya limbah tenak kita dapat dimanfaatkan dengan baik. jadi tidak ada lagi alasan bagi kita untuk memenungi lombah ternak kita mau diapakan.

Salam Sahabat, Sukses Selalu

1 comments :

  1. Ya, kotoran sapi cukup efektif sebagai pakan untuk cacing tanah. Sebenarnya tidak perlu melalui proses fermentasi, cukup didamkan saja agar panasnya hilang.

    Budidaya & Ternak Cacing Indonesia

    ReplyDelete